Abstract :
Dalam kehidupan sehari-hari bahasa selalu digunakan untuk berinteraksi atau
berkomunikasi dengan orang lain. Itu berarti bahwa bahasa digunakan sebagai
penghubung seseorang dengan orang lain. Bahasa yang digunakan itu mengandung
maksud atau tujuan dari sipenutur. Maksud disini adalah berkaitan dengan fungsi?fungsi dari tindak tutur. Terkadang sebuah tuturan juga bisa tidak direspon oleh
lawan tutur, itu dikarenan ada faktor-faktor yang mempengaruhi tuturan tersebut
menjadi gagal. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat bertujuan untuk membahas
permasalahan yang berkaitan dengan tindak tutur. Penelitian ini adalah penelitian
kualitatif, dimana objek dari penelitian ini adalah segala tindak tutur yang ditemukan
dalam film Laskar Pelangi. Peneliti mengidentifikasi beberapa permasalahan dan
kemudian memformulasikannya kedalam dua pertanyaan; apa saja fungsi-fungsi dari
tindak tutur dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tuturan menjadi gagal.
Kemudian peneliti mengumpulkan data menggunakan metode observasi dengan
teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Setelah itu, data dianalisis
berdasarkan teori tindak tutur dari Searle (2000) dan faktor-faktor kegagalan dalam
tuturan menurut Chaer (2010) menggunakan metode padan pragmatik dan metode
referensial hingga menemukan beberapa temuan; (a)fungsi direktive sebanyak
sembilan data, fungsi representative sebanyak tiga data dan fungsi expressive
sebanyak tiga data, (b)menemukan beberapa faktor penyebab kegagalan dalam
tuturan seperti; satu data dipengaruhi karna lawan tutur tidak sadar, satu data
dipengaruhi karna lawan tutur tidak berkenan, satu data dipengaruhi karna lawan
tutur tidak tertarik dan 2 data dipengaruhi karna lawan tutur tidak mengerti.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan dari fungsi-fungsi dari tindak
tutur dan faktor-faktor yang mempengaruhi tuturan ditemukan sebanyak 3jenis
fungsi-fungsi tindak tutur yang berbeda dan 4 faktor yang berbeda yang
mempengaruhi tuturan menjadi gagal. Peneliti juga berasumsi bahwa kontek juga
merupakan faktor penyebab kegagalan dalam tuturan. Hasil dari penelitian ini
kemudian dipresentasikan menggunakan metode informal.