Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Indoktrinasi yang tercermin
dalam budaya patriarki Tionghoa. Dari indoktrinasi, perempuan Tionghoa tidak akan
mampu menyadari bahwa ruang gerak mereka terbatas. Hal ini tercermin pada novel
yang akan dianalisis oleh peneliti yaitu bunga salju dan kipas rahasia yang ditulis oleh
Lisa Lee (2005). Dalam Novel The Snow Flower and the secret fan memberikan
gambaran tentang situasi yang terjadi dalam sistem patriarki china pada abad ke-19.
Hal ini diwakili oleh karakter perempuan sebagai agent of the event, yang mana
mereka telah dikendalikan oleh sistem budaya patriarki mereka. Dimana sistem ini
dikenal dengan Confucianism, mendoktrin perempuan untuk tinggal di rumah,
menuruti siapa yang lebih tinggi dari mereka terutama a laki-laki karena dalam sistem
patriarki, laki-laki berada pada peringkat hierarki tertinggi. Penelitian ini dilakukan
dengan menerapkan konsep Welter (1966) yaitu konsep perempuan yang mengatakan
bahwa gerak perempuan dibatasi oleh budaya mereka. Dalam novel ini, indoktrinasi
yang dibagi menjadi empat bagian pertama adalah Submissiveness dimana perempuan
Tionghoa harus taat, domesticity dimana perempuan Tionghoa harus di rumah, Purity
dimana mereka memandang standar kecantikan sebagai pengikat kaki dan Piety
dimana perjodohan terjadi. The snow flower and the secret fan ini juga merupakan
representasi dari feminisme karena menceritakan tentang perempuan untuk hidup di
abad ke-19 itu karena sistem patriarki yang mengatur mereka. Dalam penelitian ini
penulis akan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menggunakan istilah
kalimat, kata dan frase. Peneliti menemukan 21 data yang menunjukkan aspek
indoktrinasi karena adanya doktrin budaya patriarki pada masyarakat Tionghoa
sekitar abad ke-19.