Abstract :
Bahasa Binongko adalah alat pengembangan berkomunikasi dan mendukung
budaya daerah Wakatobi. Bahasa asli Binongko ini berasal dari Sulawesi
Tenggara dan menetap di Kampung Tua Dapur 12 Batam. Sesuai dengan judul
penelitian, peneliti bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mengidentifikasi
bentuk dan fungsi proses afiksasi yang digunakan dalam bahasa Binongko,
dengan mengetahui masalah peneliti menggunakan beberapa masalah formulasi
untuk menggambarkan dan menganalisis bentuk proses afiksasi, dan fungsi proses
afiksasi. Data diperoleh dari penutur asli Bahasa Binongko sebagai informan
melalui wawancara yang lisan dan pencatatan sebagai sumber data oleh peneliti
itu sendiri (Sudaryanto, 2015). Dalam penelitian ini digunakan kualitatif dengan
metode penelitian di Linguistitcs oleh (Sugiyono, 2014). Pengumpulan data
adalah metode Simak Libat Cakap dan Cakap Sekemuka, dan metode analisis
data yang digunakan adalah metode terjemahan dan Agih serta teknik Bagi
Unsur Langsung dan teknik lanjutan yaitu teknik Perluas dan teknik Sisip oleh
(Sudaryanto, 2015). Dari Hasil penelitian ini ditemukan beberapa bentuk afiksasi;
Awalan, Infiks, Sufiks, dan konfiks dan fungsi afiks ; (i) Prefiks (e-),(ka-),(ku-),
(te-),(mo-),(i-),(ta-),(ka-),(o-),(ta-),(te-),(ko-),(e-), (u-), (ku-),(ii) Infiks ( ha-),(e-),
(ha-) (iii) Sufiks ( oo-), (no-), and (e-), (iv) Confiks (ye-i),( ta-u),( o-li), and (a-e).
Afiks -afiks ini dapat melekat pada bentuk kata dasar seperti kata benda, kata
kerja, kata sifat dan kata keterangan. Hasilnya, dapat disimpulkan bahwa dalam
proses afiksasi yang terjadi dalam bahasa Binongko adalah afiks derivasi dan
infleksi.