Abstract :
Nilai perusahaan merupakan kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu
perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan
setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan
tersebut didirikan sampai dengan saat ini.Besarnya nilai perusahaan tidak terlepas
dari beberapa kebijakan yang diambil perusahaan.Salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi nilai perusahaan adalah kebijakan hutang. Selain kebijakan hutang,
hal lain yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah manajemen laba (earnings
management).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh
kebijakan hutang dan manajemen laba terhadap nilai perusahaan.Objek dalam
penelitian ini adalah perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.Pengumpulan
data dilakukan dengan cara mengamati laporan keuangan perusahaan kosmetik yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi uji asumsi klasik diantaranya uji normalitas, uji multikolinieritas, uji
komolgrov-smirnov, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.Alat analisis yang
digunakan adalah uji regresi linier berganda, uji T, uji F, dan koefisien determinasi
dengan menggunakan software program SPSS versi 22.Hasil uji asumsi klasik
menunjukkan data berdistribusi normal.Hasil penelitian membuktikan bahwa
kebijakan hutang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan dan manajemen laba secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan.Kebijakan hutang dan manajemen laba secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan kosmetik yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016