Abstract :
Penelitian ini membahas strategi kesopanan positif dan negatif dalam film The
Fast and Furious 8 oleh Chris Morgan. Peneliti memilih percakapan percakapan
dalam film The Fast and Furious untuk dianalisis pada penelitian ini karena
kesopanan dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Analisis ini umumnya
bertujuan untuk menemukan startegi-strategi kesopanan positif dan negatif, dan
faktor-faktor yang memengaruhi karakter dalam mengaplikasikan strategi
kesopanan positif dan negatif. Teori yang digunakan dalam analisis ini diambil
dari buku yang berjudul "Politeness Some Universals in Language Usage" yang
ditemukan oleh Penelope Brown dan Stephen C Levinson (1987) untuk
mengetahui strategi dan faktor yang mempengaruhi. Peneliti menggunakan teoriteori yang relevan dengan topik diskusi dalam penelitian ini. Penelitian ini adalah
penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode
observasi dengan teknik non-partisipan. Dalam menganalisis data, peneliti
menggunakan metode padan. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan karakterkarakter dalam film The Fast and Furious menerapkan strategi memberi
perhatian, minat/simpati yang berlebihan, mengintensifkan minat pendengar,
menggunakan panggilan identitas, mencari kesepakatan, menghindari
ketidaksetujuan, menegaskan persamaan, membuat lelucon, menyatakan
pengetahuan pembicara, memberikan janji, optimis, sertakan pembicara dan
pendengar dalam kegiatan, menanyakan alasan, timbal balik, dan memberikan
sesuatu kepada pendengar. Dengan demikian, strategi kesopanan negatif
ditemukan; secara tidak langsung konvensional, menggunakan pertanyaan,
pesimis, meminimalkan pengenaan, memberikan penghormatan, meminta maaf,
pembicara dan pendengar yang dipersonalisasi, dinominasikan, menimbulkan
hutang. Terakhir, faktor-faktor yang memengaruhi karakter menerapkan
kesopanan positif dan negatif adalah faktor imbalan, kekuatan relatif, jarak
sosial, dan budaya. Penelitian ini diarahkan untuk memberikan penjelasan
mendalam tentang kesopanan positif dan negatif, dan faktor yang memengaruhi
karakter dalam menerapkan strategi kesopanan.