Abstract :
Profesi di bidang perpajakan sangat dibutuhkan oleh Indonesia saat ini. Dengan
adanya tax amnesty saat ini, keberadaan konsultan pajak dan orang yang memiliki
pengetahuan pajak semakin dibutuhkan. Sebagai mahasiswa program studi
Akuntansi tentunya harus mengambil kesempatan ini untuk berkarir di bidang
perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi motivasi
dan minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir di bidang perpajakan kota Batam .
Variabel independen dari penelitian ini adalah persepsi, motivasi dan minat dan
variabel dependennya adalah berkarir di bidang perpajakan. Dalam penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner dan kemudian
hasilnya diproses melalui program SPSS (21.0). Metode pengambil sampel dalam
penelitian ini penulis menggunakan sampling purposive yaitu teknik penentuan
sampel dengan pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu, yaitu mahasiswa yang
telah lulus mata kuliah perpajakan. Penelitian dilakukan di kampus kota Batam .
Data yang diolah sebanyak 235. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian
ini adalah uji validasi, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis linier
berganda, analisi koefisien determinasi, uji T dan uji F. Dari hasil uji T
menunjukkan persepsi secara parsial berpengaruh terhadap berkarir di bidang
perpajakan dengan nilai signifikansi 0,012 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha
diterima. Motivasi secara parsial berpengaruh terhadap berkarir di bidang
perpajakan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha
diterima. Minat secara parsial berpengaruh terhadap berkarir di bidang perpajakan
dengan nilai signifikansi 0,000 > 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil
penelitian berdasarkan uji F diketahui bahwa persepsi, motivasi dan minat
berpengaruh signifikan terhadap berkarir di bidang perpajakan. Hasil penelitian
menujukkan bahwa diperoleh nilai R square sebesar 0,369 atau sebesar 36,9%.
Hal ini berarti bahwa variabel persepsi, motivasi dan minat berpengaruh terhadap
berkarir di bidang perpajakan sebesar 36,9% sedangkan sisanya 63,1% di
pengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian.