Abstract :
Skrispi ini merupakan analisis revolusi Perancis yang tercermin dalam novel berjudul
?A Tale of Two Cities? karya Charles Dickens. Penulis menggunakan pendekatan
historis dalam novel ini karena merupakan subjek yang sangat menarik untuk
dibahas. Novel ini bercerita tentang situasi di Perancis sebelum dan selama revolusi
Perancis. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi
pemerintahan Perancis sebelum dan selama revolusi Perancis yang tercermin dalam
"A Tale of Two Cities" karya Charles Dickens (2) untuk mengetahui perilaku
bangsawan dan kaum revolusioner yang tercermin di "A Tale of Two Cities" oleh
Charles Dickens. Ada banyak hal yang terjadi pada waktu itu yang diceritakan dalam
novel. Pendekatan historis adalah pendekatan yang tepat untuk menganalisis cerita
ini. Data dalam penelitian ini merupakan teks novel "A Tale of Two Cities". Sumber
data dari penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber
data primer dalam penelitian ini adalah Novel "A Tale of Two Cities". Sedangkan
sumber data sekunder adalah dari buku yang berisi informasi tentang sastra dan
sejarah revolusi Perancis, maka buku ini digunakan sebagai acuan bagi peneliti dalam
studi ini. Metode analisa yang digunakan dalam studi ini metode deskriptif analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kondisi pemerintahan
perancis sebelum dan selama berlangsungnya revolusi Perancis. Sebelum memasuki
era revolusi perancis, terdapat sistem pemerintahan kerajaan perancis yang absolut
dan juga terdapat penyalahgunaan keuangan negara sehingga terjadi krisis ekonomi
pada saat itu. Selama berlangsungnya revolusi, ada sebuah gerakan dari para revolusi
untuk menyerang kaum aristokrat ke penjara Bastille, dan muncul paham-paham
pemerintahan yang baru yaitu Liberte, Egalite, dan Fraternette untuk mendapatkan
sebuah revolusi atau suatu perubahan dalam negara Perancis. Dan juga terdapat
bahwa sikap dari para bangsawan bahwa dalam masa revolusi tersebut, mereka selalu
bertindak semena-mena terhadap rakyat sehingga rakyat atau kaum revolusi mulai
untuk melakukan suatu pemberontakan agar hidup mereka tidak selalu di intimidasi
oleh kaum bangsawan tersebut. Suatu sikap yang diambil kaum revolusi Perancis
juga dikatakan sangat berani dan antusias dalam merebut kebebasan dari kaum
bangsawan.