Abstract :
Usaha Kecil Menengah memiliki peranan yang penting dalam perekonomian
Indonesia, khususnya Kota Batam. Dalam usaha kecil menengah terjadi
permasalahan khususnya dalam hal pengelolaan laporan keuangan. Hal ini di
karenakan rendahnya pendidikan dan kurangnya persepsi para usaha kecil
menengah. Dalam hal pengelolaan laporan keuangan, pemerintah telah
menerbitkan SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik) untuk memudahkan para usaha kecil menengah dalam
mengelola laporan keuangan. Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk
mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan persepsi usaha kecil menengah
terhadap penggunaan SAK ETAP pada UKM di Kota Batam. Teknik
pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner kepada 300 responden yang
merupakan sampel dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah
para usaha kecil menengah yang berada di Kota Batam. Analisis data
menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi
21. Nilai koefisien determinasi dari penelitian ini sebesar 3,6%. Hasil dari uji t di
ketahui bahwa variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap penggunaan
SAK ETAP sebesar 0,003 lebih kecil dari 0,05 dan nilai thitung sebesar 3.000 lebih
besar dari nilai ttabel 1,9679. Sedangkan variabel persepsi tidak berpengaruh
terhadap penggunaan SAK ETAP karena 0,219 lebih besar dari 0,05 dan nilai
thitung 1.231 lebih kecil dari nilai ttabel 1,9679. Hasil penelitian uji F menunjukkan
bahwa tingkat pendidikan dan persepsi secara bersama-sama berpengaruh
terhadap penggunaan SAK ETAP sebesar 0,004 lebih kecil dari 0,05 dan nilai
Fhitung 5.522 lebih besar dari Ftabel 3.0258.