Abstract :
Bahasa gaul merupakan istilah khusus yang digunakan oleh kelompok tertentu
untuk mengindari pemahaman orang lain. Bahasa gaul dibentuk dengan pola
pembentukan tertentu yang dapat melahirkan makna baru. Penelitian ini
menganalisa tentang bahasa gaul pada komunitas waria yang disebut sebagai
bahasa binan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik yang
membahas tentang bahasa gaul. Sebagai pedoman di dalam penelitian mengenai
bahasa gaul, maka peneliti menggunakan teori O?Grady and Guzman (1996).
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pembentukan
bahasa gaul pada komunitas waria, mengetahui eksistensi bahasa gaul dan
untuk menjelaskan kontribusi bahasa gaul yang dapat memperkaya Kosakata
bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini peneliti menunjukkan bahwa ada 24
formasi untuk bahasa gaul di komunitas waria, yaitu pola yang teratur dan pola
yang tidak teratur. Pada pola yang teratur ditemukan 8 formasi dan pola tidak
teratur ditemukan 16 formasi. Bahasa gaul masih ada hingga saat ini dan
digunakan oleh waria dan masyarakat untuk berkomunikasi. Dalam meneliti
bahasa gaul pada kaum waria, tidak ada kontribusi untuk kosakata bahasa
Indonesia, karena sebagian dari bahasa gaul ada menggunakan kata-kata yang
tidak memiliki arti, tetapi bahasa gaul ini dapat memperkaya kata-kata dalam
komunikasi informal. Data ini mengacu pada teori O'Grady dan Guzman dan
menemukan 7 jenis pembentukan kata. Pengumpulan data menggunakan
metode observasi dan dilengkapi dengan teknik wawancara dan perekaman.
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperluas kedalaman
pengetahuan tentang pembelajaran mengenai bahasa gaul di masyarakat.