Abstract :
International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar
penyusunan laporan keuangan yang wajib dipakai dalam perusahaan yang telah
listed di bursa. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah instrumen keuangan
dalam perusahaan multifinance yang akan dibahas dalam penelitian ini. Tujuan
penelitian ini adalah untuk memperoleh perbandingan memadai melalui analisis
penerapan PSAK 50 dan 55 atas penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen
pada tahun 2011 dan tahun 2016 setelah diterbitkannya PSAK konvergensi IFRS.
Penelitian ini membahas analisis penerapan PSAK 50 dan 55 terhadap penurunan
nilai piutang pada perusahaan multifinance. PSAK 50 dan 55 merupakan standar
yang mengatur pengakuan dan pengukuran serta penyajian dan pengungkapan
instrumen keuangan, salah satunya adalah piutang. Standar akuntansi baru ini
memperkenalkan perhitungan penurunan nilai piutang berdasarkan penilaian
individu atau secara kolektif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
desain deskriptif. Penelitian ini mengambil sampel 10 perusahaan multifinance
yang listed di BEI pada tahun 2011 dan tahun 2016. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perusahaan multifinance sudah menerapkan PSAK 50 dan
PSAK 55 atas penurunan nilai piutang pembiayaan. Penyajian nilai piutang
pembiayaan konsumen dalam laporan keuangan adalah nilai setelah dikurangi
dengan cadangan kerugian penurunan nilai.