Abstract :
Akitivitas pemindahan barang masih banyak dilakukan dengan cara pengangkatan
secara manual. Pengangkatan secara manual ini sering menyebabkan terjadinya
cidera pada bagian tubuh pekerja khususnya bagian tulang belakang atau Musculos
Skeletal. Pekerja yang melakukan pengangkatan barang yang berat mendapatkan
keluhan berupa cepat capek dan sakit pada bagian pinggang. Dari hasil kueisoner
Nordic Body Map terdapat keluhan pekerja pada seluruh bagian tubuh. Peneliti
menggunakan metode REBA dan metode OWAS dalam mengukur besarnya
tingkat resiko suatu aktivitas pengangkatan. Hasil yang didapatkan dari mengukur
tingkat resiko cidera pada aktivitias mengangkut barang berupa beras dan tong
sayur asin dengan metode REBA adalah sebesar 6,00 dan 5,00 yang keduanya
termasuk tingkat resiko sedang dan perlu adanya tindakan perbaikan. Hasil yang
didapatkan dari mengukur tingat resiko cidera pada aktivitias mengangkut barang
berupa beras dan tong sayur asin dengan metode OWAS adalah sebesar 3,00 dan
2,2 yang masuk dalam kategori 3 yang perlu tindakan perbaikan segera mungkin
dan kategori 2 yang perlu perbaikan di masa yang akan datang. Aktivitas
pemindahan barang yang mempunyai risiko cidera perlu dilakukan perbaikan.
Perbaikan diharapkan mampu memberikan pengaruh seperti penurunan tingkat
resiko yang didapatkan. Perbaikan yang peneliti usulkan dalam aktivitas
pengangkutan barang adalah berupa pelatihan tentang cara mengangkat barang
dengan benar dan usulan dalam pengangkatan beban yang beratnya diatas 20
kilogram dilakukan oleh 2 pekerja secara bersamaan. Setelah dilakukan usulan
perbaikan, terdapat penurunan skor REBA dari 6,0 menjadi 3,17 dan penurunan
skor OWAS dari 3,00 menjadi 1,7 dalam aktivitias pengangkatan beban berupa
beras dan terdapat penurunan skor REBA dari 5,00 menjadi 2,83 dan penurunan
skor OWAS dari 2,2 menjadi 1,5 dalam aktivitias pengangkatan beban berupa tong
sayur asin