Abstract :
PT Asiatech Manufacturing Indonesia merupakan salah satu perusahaan
bergerak di bidang percetakan manufaktur. PT Asiatech Maunfacturing Indonesia
memiliki masalah dalam tata letak fasilitas produksi di departemen offset. Tata
leta fasilitas departemen offset tidak sesuai dengan aliran transportasi material
sehingga mengalami pemborosan disegi biaya transportasi dan jarak transportasi
mengakibatkan ongkos material handling tinggi. PT Asiatech Manufacturing
Indonesia hanya mempertimbangkan tata letak fasilitas terhadap area bangunan
yang tersedia. Oleh karena itu penelitian ini melakukan perancangan ulang tata
letak fasilitas produksi di departemen offset agar menimasi transportasi material
sesuai dengan aliran transportasi material. Metode yang digunakan CRAFT untuk
mendapatkan tata letak fasilitas usulan yang dapat menimasi transportasi material
yang sesuai dengan aliran transportasi material. Hasil analisis tata letak fasilitas
awal dimana OMH adalah Rp. 30,949,194.90 dengan total jarak transportasi
sebesar 195,75 m. Tata letak fasilitas usulan yang dihasilkan metode CRAFT
dimana OMH yang dapat di tata letak usulan ke-1 adalah Rp. 11,709,038.90
dengan jarak transportasi 101,25 m, tata letak usulan ke-2 Rp. 16,217,176.30
dengan jarak transportasi 114,75 m, dan tata letak fasilitas usulan ke-3 Rp.
15,855,583.90 dengan jarak transportasi 121,75 m. Berdasarkan hasil usulan
tersebut dapat ditentukan tata letak usulan ke-1 yang terpilih, Karena hasil
perbandingan tata letak usulan ke-1 dengan tata letak awal paling besar
dibandingkan dengan usulan lainnya, dengan penurunan ongkos material
handling sebesar 62,71% atau Rp. 19.240.156 dan jarak transportasi sebesar
48,28% atau 94,50 m.