Institusion
Universitas Putera Batam
Author
Prasetyo, Anggo Cahyo
Subject
620.004 Teknik Desain, Pengujian, Pengukuran, Kualitas, Perawatan, Pemeliharaan, Perbaikan
Datestamp
2023-09-19 09:02:52
Abstract :
PT Unisem Batam memiliki lima mesin untuk menjalankan kegiatan produksi
komponen elektronika (IC) yang berlangsung 24 Jam setiap hari, sehingga tidak
termaintenance dengan baik, terlebih lagi sistem maintenance yang digunakan adalah
breakdown maintenance. Perbaikan atau perawatan dengan sistem ini tidak bisa
mencegah kerusakan secara mendadak dan menyebabkan downtime yang tinggi pada
mesin, selain itu biaya yang tinggi harus dialokasikan untuk biaya pembelian
sparepart mesin yang rusak dan biaya tenaga kerja untuk memperbaiki mesin yang
rusak. Dengan metode age replacement diperoleh interval waktu penggantian
pencegahan komponen dengan kriteria minimasi downtime & biaya perawatan. Hasil
perhitungan data kerusakan mesin, jika dilakukan preventive maintenance dengan
penentuan interval penggantian komponen menggunakan Model Age Replacement
dengan kriteria minimasi downtime maka diperoleh interval waktu 1-263 jam dengan
probabilitas downtime terkecil (Dtp) yaitu 0,01081420 dengan total biaya perawatan
(Ctp) Rp.616.938,1705 untuk komponen Rubbertip. Sedangkan untuk komponen
Needle interval waktu 1-334 jam dengan probabilitas downtime (Dtp) 0,00183969
dengan total biaya perawatan (Ctp) Rp.103.316,9424. Biaya perawatan sebelum
preventive maintenance untuk komponen Rubbertip sebesar Rp.5.649.976.393 per
tahun sebanyak 25 kali frekuensi kerusakan. Sedangkan setelah preventive
maintenance sebesar Rp.20.358.959,6267 per tahun dengan 33 kali penggantian
pencegahan untuk komponen Rubbertip. Biaya perawatan sebelum preventive
maintenance untuk komponen Needle sebesar Rp. 1.325.589.950 per tahun sebanyak
31 kali frekuensi kerusakan. Sedangkan setelah preventive maintenance sebesar Rp.
2.686.240,50 per tahun dengan 33 kali penggantian pencegahan untuk komponen
Needle