Abstract :
Meja dan kursi kerja untuk timbat obat merupakan suatu sarana
pendukung yang sangat penting dalam kelancaran pelaksanaan proses pekerjaan
operator Ketidak serasian antara meja dan kursi dengan ukuran tubuh seorang
operator merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan sumber daya
manusia yang berkualitas. Akibat dari meja dan kursi yang tidak sesuai dengan
ukuran tubuh seorang operator Berdasarkan pengamatan dan kuisioner Nordic
Body Map terhadap pekerja dapat mengakibatkan operator cepat mengalami
keluhan musculoskeletal dalam tubuh pekerja yang diakibatkan oleh aktifitas
pekerjaan Timbang obat yang menggunakan Meja dan kursi,Untuk mengurangi
keluhan, maka dirancang Meja dan kursi bagi pekerja dengan metode RULA
(Rapid Upper Limb Assesment).merekayasa ulang dilakukan dengan pendekatan
anthropometri rata-rata masyarakat Indonesia dengan tujuan agar Meja dan
Kursi hasil rekayasa dapat digunakan secara umum di Indonesia. Berdasarkan
hasil perancangan terdapat kesimpulan adanya penurunan nilai akhir RULA
dari rata-rata awal 6,33 menjadi 2,3 yang berarti tingkat resiko menjadi 1
dengan kategori resiko rendah. Sehingga meja dan kursi hasil Merekayasa ulang
lebih ergonomis dengan tujuan mengurangi keluhan musculoskeletal yang dialami
oleh pekerja Timbang obat.