Abstract :
Salah satu faktor yang menyebabkan kesalahan pelafalan adalah bahasa ibu.
Fenomena ini banyak ditemukan pada penutur yang bukan merupakan penutur
asli bahasa Inggris, salah satunya penutur bahasa Korea, di Korea Selatan. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan pelafalan yang
meliputi (1) mendeskripsikan penambahan bunyi pada konsonan akhir,
(2) mendeskripsikan penggantian bunyi konsonan yang ditemukan pada
kesalahan pelafalan Bahasa Korea-Inggris (Konglish) di dalam acara memasak
Korea, Maangchi, di Youtube. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.
Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan teknik non-partisipatif.
Data dianalisis menggunakan metode artikulasi fonetik (identitas) Sudaryanto
(2015). Dengan menggunakan metode ini, peneliti dapat menganalisis data
dengan menerapkan teori fonologi McMahon (2002). Hasil penelitian disajikan
dengan menggunakan metode informal. Dari hasil analisis dapat ditemukan,
pertama, kesalahan pelafalan pada bahasa Korea-Inggris terjadi karena adanya
tiga jenis penambahan bunyi (1) bunyi /eu/ setelah konsonan akhir hambat letup
apiko-alveolar /d/, geseran apiko-dental /ð/, dan hambat letup dorso-velar /g/,
(2) bunyi /i/ setelah konsonan akhir hambat letup apiko palatal /?/ dan /?/,
(3) bunyi /heu/ setelah konsonan akhir hambat letup apiko-alveolar /t/, hambat
letup dorso-velar /k/, dan hambat letup bilabial /p/. Kedua, kesalahan pelafalan
ini terjadi karena adanya penggantian bunyi konsonan (1) bunyi konsonan
geseran lamino-alveolar /z/ dan /s/ digantikan oleh bunyi /d?/, (2) bunyi konsonan
geseran labio-dental /v/ digantikan oleh bunyi /b/, (3) bunyi konsonan geseran
labio-dental /f/ digantikan oleh bunyi /ph/.