Abstract :
PT Schneider merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, dimana
proses produksinya diawasi langsung oleh Team leader dan supervisor. XB7EV0
adalah salah satu line produksi dengan bentuk aliran produksi U shape dengan 8
stasiun kerja. Line XB7EV0 tidak mampu mengukur kinerja dari operator untuk
dapat mencapai target output. Hal tersebut menyebabkan rendahnya kapabilitas
proses dalam memenuhi target output, setiap proses yang dilakukan tidak sesuai
dengan Bench Work Intruction (BWI), dan keragaman tingkat kecepatan kerja
operator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan standard ouput pada line XB7
EV0 dengan metode work sampling. Hasil perhitungan waktu standard digunakan
sebagai input dalam menentukan standard output terhadap total jam kerja yang
tersedia. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh standard output masing-masing
stasiun kerja line XB7EV0 berbeda, stasiun kerja insert led and terminal sebesar
313pcs, stasiun kerja cutting and banding leg sebesar 328pcs, stasiun kerja
soldering sebesar 289pcs, stasiun kerja pressing terminal sebesar 305pcs, stasiun
kerja Oring assembly sebesar 298pcs, stasiun kerja final testing sebesar 284pcs,
stasiun kerja insert cap and protect sebesar 329pcs, dan stasiun kerja packing
sebesar 310pcs. Standard output tersebut digunakan sebagai acuan untuk
melakukan proses produksi dalam memenuhi target output dari konsumen