Abstract :
Seiring dengan perkembangan era globalisasi, setiap perusahaan yang ada baik itu
manufaktur ataupun jasa harus mampu menjaga dan meningkatkan efektifitas dan
efisiensi. Masalah yang dihadapi adalah metode preventive maintenance yang
diterapkan kurang efektif karena tidak memperbaiki akar masalah kerusakan
mesin. Dalam beberapa kasus timbul masalah baru pada sebuah mesin setelah
dilakukan tindakan maintenance, yang berpengaruh pada proses produksi serta
meningkatkan produk cacat (reject). Salah satu langkah yang dapat diambil oleh
perusahaan untuk dapat mengetahui tingkat efektivitas maintenance dengan
mengukur tingkat Overall Equipment Effectiveness (OEE). Tujuan dari penelitian
ini adalah mengevaluasi aktivitas maintenance pada proses Film Making
Departement, mengidentifikasi penyebab-penyebab dari aktivitas maintenance
yang tidak efektif dan mengidentifikasi rekomendasi perbaikan yang diperlukan
untuk aktivitas maintenance yang efektif. Evaluasi efektivitas maintenance
dengan menentukan tingkat OEE dari mesin yang sering mengalami downtime di
PT. Sanipak. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai OEE rata-rata pada
periode tahun 2016 sebesar 48%. Nilai OEE terendah di tahun 2016 terjadi pada
bulan Februari yaitu sebesar 28%, sedangkan tingkat OEE tertinggi terjadi pada
bulan September yaitu sebesar 66%. Hal ini terjadi karena tingkat produk cacat
tertinggi ada di bulan Februari yaitu sebesar 11,94 ton yang ditunjukan dengan
rendahnya nilai OEE. Usulan perbaikan untuk efektivitas maintenance di PT.
Sanipak adalah dengan menerapkan metode 5S dengan pengawasan secara
berkala.