Abstract :
PT Racer Technology Batam merupakan perusahaan plastik yang memiliki
proses percetakan merek atau logo produk (Printing). Pada prosesnya, tingginya
tingkat defect mencapai 39,28% dari total produksi bulan Mei, Juni, Juli tahun
2016 sebesar 10.992 pcs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab
kegagalan pada proses printing. Upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi
kegagalan tersebut adalah dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect
Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi dan
menganalisa kegagalan yang terjadi. Tujuan dari penggunaan FMEA adalah untuk
mengetahui model kegagalan mana yang memiliki nilai RPN paling tinggi dengan
cara mengalikan tingkat keparahan, kejadian, dan deteksi. Selanjutnya model
kegagalan dengan nilai RPN paling tinggi dijadikan sebagai top level event dalam
pembuatan FTA. Metode FTA digunakan untuk mengetahui akar penyebab
kegagalan yang terjadi. Pada PT Racer Technology Batam model kegagalan
berdasarkan hasil Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) nilai RPNnya
tertinggi yaitu Smearing print dengan nilai 315 dan dijadikan sebagai top evnt
dalam pembuatan Fault Tree Analysis (FTA). Penyebab kegagalan tersebut
disebabkan oleh Mixing Ink terlalu encer pada saat proses printing karena tidak
ada mixing ratio yang ditetapkan dan Rabberpad rusak atau sobek karena operator
kurang hati-hati dalam melakukan pekerjaannya