Abstract :
Batam merupakan salah satu daerah yang tidak pernah mengalami krisis ekonomi,
ketika pada tahun 1998 ekonomi nasional mengalami kontraksi hingga minus
13,1%, Batam tetap tumbuh lebih dari 3%. Namun beberapa tahun terakhir kota
Batam mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi
adalah kenaikan pendapatan secara nasional (dengan meningkatnya pendapatan
perkapita). Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam
perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam
masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat menjadi meningkat.
Pertumbuhan ekonomi bermakna dua hal, jika pada suatu waktu perekonomian
mengalami pertumbuhan, maka kegiatan ekonomi berkesan baik, tetapi jika pada
suatu waktu perekonomian mengalami penurunan, berarti kegiatan ekonomi
berkesan buruk. Objek penelitian di kota Batam, periode penelitian pada tahun
2012-2016, penelitian ini dilaksanakan di kantor BPS Batam. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, jumlah tenaga kerja, pengeluaran
pemerintah dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di kota Batam. Variabel
independen dalam penelitian ini adalah inflasi, jumlah tenaga kerja, pengeluaran
pemerintah dan investasi. Variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi.
Teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan kriteria data inflasi,
jumlah tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, investasi dan pertumbuhan ekonomi
di kota Batam yang telah dipublikasi oleh BPS Batam dari tahun 2012-2016.
Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier berganda, uji t, uji F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi dan pengeluaran
pemerintah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di kota Batam,
sedangkan jumlah tenaga kerja dan investasi tidak berpengaruh signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi kota Batam. Namun secara simultan inflasi,
jumlah tenaga kerja, pengeluaran pemerintah dan investasi berpengaruh signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi di kota Batam.