Abstract :
Lembaga perbankan mempunyai peranan penting dan strategis dalam
menggerakan suatu roda perekonomian suatu negara. Penyaluran Kredit
merupakan keuntungan terbesar bank dalam memperoleh pendapatan sehingga
penyaluran kredit merupakan kegiatan utama yang dilakukan oleh Bank
Perkreditan Rakyat (BPR). Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan komponen
yang mencerminkan stabilitas keuangan suatu bank sehingga Capital Adequacy
Ratio (CAR) yang rendah akan membuat permodalan bank tidak stabil sehingga
Penyaluran Kredit tidak tersalurkan dengan baik dan Non Performing Loan (NPL)
yang tinggi akan membuat kredit menjadi macet sehingga menyebabkan
Penyaluran Kredit suatu bank tidak berjalan lancar. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh BPR konvensional yang terdaftar dari periode tahun 2012-2016
pada laporan publikasi Bank Indonesia. Sampel yang digunakan adalah sebanyak
135 sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Capital
Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL) dan Penyaluran Kredit pada
BPR konvensional di kota Batam periode tahun 2012-2016. Dalam pengujian
hipotesis menggunakan analisis statistik dengan menggunakan analisis regresi
linier berganda dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kedua variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non
Performing Loan (NPL) mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap
penyaluran kredit serta variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non
Peforming Loan (NPL) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap
penyaluran kredit.