Abstract :
Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi mengenai kondisi dan
kinerja suatu perusahaan bagi pihak eksternal. Salah satu elemen penting dalam
laporan keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen adalah
laba. Informasi laba merupakan perhatian utama untuk menaksir kinerja atau
prestasi manajemen. Adanya asimetri informasi dan kecenderungan dari pihak
eksternal (investor) untuk lebih memperhatikan informasi laba sebagai parameter
kinerja perusahaan, akan mendorong manajemen untuk melakukan manipulasi
dalam menunjukkan informasi laba, yang disebut sebagai manajemen laba.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh free cash flow, dan leverage
terhadap manajemen laba. Discretionary accrual digunakan sebagai pengukuran
manajemen laba. Sampel dalam penelitian terdiri dari 8 perusahaan manufaktur
subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan
menggunakan teknik purposive sampling selama periode penelitian yaitu tahun
2012-2016. Dalam penelitian ini, terdapat variabel dependen dan variabel
independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah manajemen laba,
sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah free cash flow dan
leverage. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil
pengujian disimpulkan bahwa secara parsial, free cash flow tidak berpengaruh
signifikan terhadap manajemen laba, hal ini dilihat dari nilai signifikan 0,430 >
0,05. Kemudian secara parsial leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap
manajemen laba, hal ini dilihat dari nilai signifikan 0,896 > 0,05. Secara simultan
free cash flow dan leverage secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan
terhadap manajemen laba, hal ini dilihat dari nilai signifikan 0,725 > 0,05.
Berdasarkan uji determinasi menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,017
yang menunjukkan persentasi pengaruh free cash flow dan leverage terhadap
manajemen laba sebesar 1,7%, sedangkan sisanya sebesar 98,3% dipengaruh oleh
faktor variabel diluar model penelitian ini