Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel liquidity,
profitability, debt to assets ratio,dan firm size terhadap kondisi financial distress
pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-
2016. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2016. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan adalah purposive sampling berdasarkan kriteria: (1) Perusahaan
manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012-2016 secara
berturut-turut. (2) Perusahaan manufaktur yang menyajikan laporan keuangan
setiap periode pengamatan. (3) Perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang
lengkap pada periode 2012-2016 (terutama item-item laporan keuangan yang
dihitung menjadi rasio-rasio keuangan dan digunakan sebagai variabel dalam
penelitian ini). Dengan menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh total
sampel sebesar 117 perusahaan dengan total observasi sebesar 585 untuk periode
5 tahun. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi
logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitability (ROA) dan debt to
assets ratio berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress
perusahaan. Sedangkan liquidity dan firm size tidak berpengaruh signifikan
terhadap kondisi financial distress perusahaan.