Abstract :
Fenomena pergantian auditor atau pergantian Kantor Akuntan Publik (auditor
switching) sering terjadi di Indonesia khususnya di Bursa Efek Indonesia.Hal ini
dikarenakantimbul persaingan antara KAP yang satu terhadap lainnyadengan
adanya pertambahan jumlah kantor akuntan publik yang beroperasi sehingga
memungkinkan perusahaan untuk berpindah dari satu KAP ke KAP
lain.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali pengaruh ukuran KAP
(KAP), opini audit (OPINI) dan financial distress (DAR) terhadapauditor
switching(SWITCH).Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder
berupa laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan auditandalamperusahaan
LQ45 periode 2012-2016 dengan menggunakan metode obeservasi non partisipan
yaitu mencatat data yang diakses melalui situshomepage Bursa Efek
Indonesia.Variabel independen penelitian yang digunakan adalah ukuran KAP,
opini audit dan financial distresssedangkan variabel dependen yang digunakan
adalahauditor switching.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016 yang
terdiri dari 45 perusahaan.Teknik pengambilan sampel adalah metodepurposive
sampling method yang menghasilkan sampel sebanyak 16 perusahaan dengan
pengamatan selama 5 tahun. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini
menggunakan analisis regresi logistik dengan aplikasi program SPSS
21.Berdasarkan hasil uji regresi logistik hasil penelitian ini menunjukan bahwa
ukuran KAP (KAP), opini audit (OPINI) dan financial distress (