Abstract :
Seiring bertambahnya jumlah perusahaan yang berdiri di Indonesia, diperlukan
pengawasan yang ketat terhadap pendeteksian keakuratan laporan keuangan untuk
menghindari terjadinya manipulasi informasi keuangan yang diolah sedemikian
rupa sehingga kelihatan baik kondisi ekonomi perusahaannya. Oleh karena itu,
pendeteksian kecurangan informasi keuangan pada perusahaan menjadi masalah
penting untuk dibicarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase
perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
tahun 2012 hingga 2016 yang tergolong Manipulators, Grey (Grey company), dan
non-Manipulators. Populasi dalam penelitian adalah perusahaan sektor industri
dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penentuan sampel dalam
penelitian ini dilakukan dengan menggunakan non-probability dengan purposive
judgement sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode
dokumentasi. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan
Beneish Ratio Index. Perhitungan indeks rasio bertujuan untuk menentukan
kategori perusahaan yang tergolong Manipulators, Grey, dan, Non-Manipulators.
Variabel dari indeks rasio kunci dalam model Beneish untuk mendeteksi apakah
perusahaan tergolong melakukan manipulasi, tidak dikategorikan sebagai
Manipulators dan Non-Manipulators, atau tidak melakukan manipulasi
sebagaimana yang dikemukakan oleh Messod Daniel Beneish, antara lain Days
Sales in Receivables Index (DSRI); Gross Margin Index (GMI); Asset Quality
Index (AQI); Sales Growth Index (SGI); dan Total Accruals to Total Assets Index
(TATA). Berdasarkan hasil penelitian, tidak terdapat perusahaan atau sebesar 0%
dari total perusahaan sampel yang tergolong Manipulators, terdapat 10
perusahaan atau sebesar 22,73% dari total perusahaan sampel yang tergolong
Grey dan terdapat 34 perusahaan atau sebesar 77,27% total perusahaan sampel
yang tergolong Non-Manipulators.