Abstract :
Pada Penelitian ini penulis akan meneliti tentang pengaruhnya Suku Bunga Bank
Sentral Dan Nilai Tukar Rupiah Kepada Nilai Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG), pada penelitian sebelumnya ditemukan bahwa kedua variabel tersebut
memiliki pengaruh negatif dan positif terhadap IHSG, akan tetapi karena struktur
pasar dan perekonomian yang berbeda, penulis merasa perlu di lakukan pengujian
ulang di Indonesia dimana melalui Penelitian ini di harapkan dapat memberikan
kontribusi positif kepada pasar modal Indonesia, dimana melalui data-data pasar
modal kita menemukan masih belum maksimalnya kondisi kesehatan pasar modal
Indonesia, padahal pasar modal yang sehat akan membawa efek-efek positif seperti
pemerataan pendapatan dan peningkatan likuidasi perusahaan, penulis menemukan
bahwa hal ini disebabkan masih rendahnya pengetahuan masyarakat umum tentang
pasar modal, oleh sebab itu dilakukanlah penelitian ini, dimana penulis akan
mengumpulkan data yang bersumber dari BI dan IDX, kemudian data tersebut akan
di analisis melalui Uji Regresi linear berganda, Uji Parsial dan Uji Simultan, hasil uji
T pada penelitiain ini menunjukan bahwa variabel suku bunga X1 mempunyai
pengaruh negatif terhadap IHSG, semakin tinggi suku bunga, nilai IHSG juga akan
semakin menurun, hal ini dikarenakan semakin tingginya suku bunga yang di
tetapkan oleh bank sentral akan membuat saham semakin kurang menarik, sebaliknya
uji T nilai tukar (X2) menunjukan bahwa nilai tukar mempunyai pengaruh positif
terhadap IHSG, semakin meningkatnya nilai tukar rupiah akan menaikan hasil
investasi investor asing, sehingga Nilai IHSG akan mengalami kenaikan, hubungan
ketiga variabel juga di buktikan oleh uji F, berdasarkan hasil uji menandakan bahwa
Suku bunga dan Nilai tukar berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap
IHSG dimana semakin rendahnya suku bunga bank sentral dan semakin tingginya
nilai tukar rupiah akan menaikan nilai IHSG di Indonesia