Abstract :
Indeks Harga Saham Gabungan adalah gambaran pergerakan naik turunnya harga
seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi indeks harga saham gabungan, salah satunya adalah
makroekonomi. Dalam penelitian ini, faktor makroekonomi yang digunakan
adalah tingkat Inflasi, Kurs, dan BI Rate. Tidak stabilnya situasi moneter yang
tercermin dari nilai tukar rupiah, kurs, dan BI Rate mengakibatkan kekacauan
dalam perekonomia. Hal tersebut menunjukkan eratnya pengaruh economi makro
terhadap indeks harga saham gabungan. Penelitian ini betujuan untuk menguji
secara empiris dan untuk mengetahui pengaruh fundamental macroeconomi
terhadap indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada periode
tahun 2007-2016. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh
perusahaan yang terdaftar di BEI dan mempunyai sampel sebanyak 115 data
terdiri dari data bulanan seluruh variabel. Sumber data menggunakan data
sekunder dan metode pengumpulan data dokumentasi. Metode analisis
menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis linear berganda, uji kualitas
data, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara
simultan tingkat inflasi, kurs dan BI Rate berpengaruh signifikan terhadap indeks
harga saham gabungan, sedangkan secara parsial tingkat inflasi berpengaruh
signifikan positif terhadap indeks harga saham gabunga. Kurs berpengaruh
signifikan positif terhadap indeks harga saham gabungan dan BI Rate berpengaruh
signifikan negatif terhadap indeks harga saham gabungan