Abstract :
Transportasi material merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam
perusahaan. Pada proses produksi di PT Schneider Electric Manufakturing Batam
khususnya proses material handling masih menggunakan tenaga manusia dan
jumlah tenaga kerja di bagian tersebut juga belum optimal dan tidak adanya waktu
standar yang diberikan. Penggunaan tenaga manusia sebagai material handling
mengakibatkan seringnya keterlambatan material saat proses penyuplaian karena
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Bertolak dari hal tersebut, maka salah satu
tindakan yang tepat untuk menghindari keterlamabatan penyuplaian material
adalah dengan melakukan penelitian untuk menentukan jumlah tenaga kerja
optimal dan efektif. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menghitung jam
kerja dengan metode work sampling pada setiap proses kerja. Didalam
pengukuran waktu kerja untuk menetapkan standar waktu kerja, dapat diketahui
jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proses kerja,
dengan demikian perusahaan akan dapat menentukan output optimal dan juga
jumlah tenaga kerja yang optimal akan diberikan dalam suatu proses kerja. Hal ini
akan berpengaruh terhadap peningkatan efektivitas waktu kerja dan jumlah tenaga
kerja yang yang akan diberikan. Efektivitas yang ingin dicapai oleh PT Schneider
Electric Manufakturing Batam adalah ketepatan jumlah kariawan material
handling dan ketepatan jumlah waktu penyuplaian material ke area produksi
untuk menghindari keterlambatam material di area produksi. Sebelum melakukan
penelitian jumlah operator adalah dua orang dalam satu shift, akantetapi hasil
perhitungan didapat hasil bahwan jumlah operator material handling yang optimal
pada proses penyuplaian material adalah tiga orang dalam satu shift.