Abstract :
Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga
semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan harta benda. PT Schneider
Electric Manufacturing Batam memiliki 4 departemen salah satunya depertemen
Warehouse dan Reciving. Pada departemen warehouse dan reviving mempunyai
tingkat berisiko tinggi karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja serta potensi
bahaya kerja yang dapat membahayakan tenaga kerja sehingga penerapan SMK3
perlu dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
penerapan SMK3 dan untuk mengetahui jenis bahaya, risiko dan pengendalian
risiko dengan metode HIRARC. HIRARC merupakan salah satu cara
mengidentifikasi potensi bahaya yang terdapat pada setiap jenis pekerjaan.
Berdasarkan hasil penelitian PP No 50 Tahun 2012 tentang SMK3 didapat 5
kriteria penilaian masih di bawa nilai standar. Dari hasil analisa HIRARC didapat
pekerjaan yang memiliki sumber bahaya adalah: kaki tergilas / tertabrak, forklift
menabrak gedung, rak, dan karyawan, material rusak karena jatuh, material rusak
karena tertusuk garpu forklift, Baterei terbakar, alergi air baterei, pencemaran
lingkungan karena air baterei tercecer di lantai, tangan operator terluka karena
tergores cutter, tertimpa material, terjatuh dari tangga, material rusak karena salah
handling & travel, tergores cutter, terbelit plastic wrapping, dan jari luka karena
terjepit plastic strapping. Pengendalian risiko yang mesti dilakukan pada
departemen warehose dan reciving adalah membuat jalur khusus pejalan kaki,
adanya tim K3, maintenance alat-alat kerja secara rutin, beberapa pekerjaan yang
telah memiliki SOP, membuat surat ijin kerja aman, APD.