Abstract :
PT. Desa Air Cargo Batam adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang
pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang berlokasi di KPLI?Kabil, Jalan Raya Pelabuhan Kabil, Kota Batam. Proses kegiatan pengelolaan
limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) melalui beberapa tahapan seperti
pengangkutan limbah B3 darat dan laut, pengumpulan, penyimpanan sementara,
insinerasi, crushing, shreeding, pressing, electro coagulant, mixing, recovery aki
bekas, metal, plastic, dan glycerine pitch. Dalam menjalankan aktivitas
operasional, pekerja langsung berhadapan dengan proses pengelolaan limbah
bahan berbahaya dan beracun (B3) yang terdiri dari banyak mesin mekanik, panas
dan tajam, juga area kerja pengelolaan limbah B3 dengan jenis limbah dan
klasifikasinya yang tergolong beracun dan berbahaya dengan adanya interaksi
antar limbah, sehingga manajemen risiko terhadap keselamatan dan kesehatan
kerja menjadi penting. Metode penelitian ini menggunakan metode FINE dengan
teknik analisis data semikuantitatif yang mengacu pada AS/NZS 4360:2004.
Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan pada 9 tahapan pekerjaan pada unit
kegiatan pengelolaan limbah B3 di PT Desa Air Cargo Batam antara lain:
Terhirup uap atau bau dan partikel debu, Terpajan panas, Jari terjepit, Ketulian
atau kerusakan pada indera pendengaran, dan tersembur cairan sisa. Risiko
tertinggi berdasarkan penilaian risiko K3 adalah pada kegiatan pengumpulan dan
penyimpanan sementara limbah B3 yaitu Terhirup uap atau bau dan partikel debu
dengan skor risiko 500 dan masuk kategori very high yaitu Penghentian aktifitas
sampai tingkat risiko dikurangi. Berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian risiko
dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan pengendalian yang
dilakukan berdasarkan hierarki pengendalian risiko untuk mengurangi kecelakaan
terhirup uap atau bau dan partikel debu secara terus menerus yaitu dengan pihak
manajemen memberikan pelatihan mengenai cara kerja aman, memperbaiki
kondisi pabrik, dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap pekerja, mesin, dan
APD