Abstract :
Nasi adalah makanan pokok penduduk Indonesia. Iklim di Indonesia sangat
mendukung penanaman padi yang kemudian dijadikan beras. Penanaman padi di
daerah-daerah tertentu di Indonesia dapat menghasilkan panen hingga 3 kali
dalam 1 tahun. Tidak semua daerah di Indonesia bisa merasakan panen padi
hingga 3 kali dalam 1 tahun. Ini karena selama beberapa tahun terakhir curah
hujan tidak pasti. Hal ini mengakibatkan kurangnya air untuk irigasi pengairan
padi. Mengatur irigasi air berdasarkan kelembaban tanah dan arduino maka
diharapkan air yang ada selama musim kemarau dapat memenuhi kebutuhan
irigasi padi. Irigasi otomatis menggunakan sensor kelembapan tanah yang
diaplikasikan pada padi dengan media tanam kompos dalam wadah ember dengan
diameter 42 cm dan kompos sedalam 18 cm membutuhkan air sebanyak 18,6 liter
air dalam 3,8 bulan atau 115 hari. Didalam waktu yang sama dimana irigasi
dengan menggenangi tanaman padi menghabiskan air sebanyak 20,3 liter air.
Terjadi perbedaan 8,37% antara irigasi tergenang dengan irigasi menggunakan
sistem irigasi otomatis dengan menggunakan arduino.