Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Variabilitas Persediaan,
Intensitas Persediaan Dan Rasio Lancar Terhadap Pemilihan Metode Penilaian
Persediaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufakur Yang Terdaftar Di Bursa
Efek Indonesia Periode 2013-2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
apakah Variabilitas Persediaan, Intensitas Persediaan, Rasio Lancar adalah faktor
yang mempengaruhi Pemilihan Metode Penilain Persediaan. Penelitian ini
menggunakan Variabilitas Persediaan, Intensitas Persediaan, Rasio Lancar
sebagai variabel bebas dan metode penilaian persediaan FIFO dan rata-rata
sebagai variabel terikat.Populasi dalam penelitian ini merupakan perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013-2016.
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.
Perusahaan Manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia secara berturut-turut selamaperiode tahun 2013-2016.
Mempublikasikan laporan keuangan perusahaannya yang sudah diaudit secara
berturut-turut pada periode tahun 2013-2016. Menggunakan satu metode
penelitian persediaan saja. Laporan keuangan dinyatakan dalam nilai rupiah
secara konsisten selama periode pengamatan. Perusahaan menggunakan metode
persediaan FIFO atau Avarage, sehingga diperoleh sampel dalam penelitian ini
sebanyak 12 perusahaan. Metode analisis data menggunakan regresi logistik.
Variabel dependen dinyatakan dengan variabel dummy yaitu angka 0 untuk
perusahaan yang menggunakan metode FIFO dan angka 1 untuk perusahaan yang
menggunakan metode rata-rata. Hasil dari penelitian ini adalah variabilitas
persediaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan metode
penilaian persediaan, intensitas persediaan berpengaruh secara signifikan terhadap
pemilihan metode penilaian persediaan, rasio lancar tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaan.