Abstract :
Lampu merupakan alat elektronik penting yang digunakan sebagai penerangan,
baik di rumah, jalan, taman maupun di perusahaan. Lampu pada dasarnya dapat
bekerja dengan menggunakan energi listrik sebagai sumber energi agar lampu
menyala. Lampu merupakan salah satu produk yang penting dalam kehidupan
manusia. Dengan adanya lampu manusia dapat terus beraktivitas tanpa perlu
bergantung pada aktivitas siang hari saja. Dalam penelitian ini peneliti
menggunakan lampu LED yang difokuskan untuk mengukur intensitas cahaya.
Penelitian ini berjudul Redisign Lampu LED Dengan Menggunakan Kabel
Sebagai Media Penghubung. Sebagai sumber energi listrik menggunakan baterai
jenis litium. Baterai jenis litium adalah baterai yang dapat di isi ulang. Penelitian
menggunakan metode MSA (Measurement System Analysis) bertujuan untuk
memvalidasi hasil pengukuran intensitas cahaya. Standar intensitas cahaya yang
dipakai sesuai SNI 03-2397-2000, sebesar 200 Lux. Sementara rata-rata hasil
pengukuran rancangan sebesar 48,28 lux. Analisa hasil pengukuran intensitas
cahaya yang di hasilkan adalah sekitar 55,6 ? 59,7 Lux. Sehingga hasil dari
penelitian redesign lampu LED ini tidak menghasilkan cahaya yang sesuai dengan
standar SNI 03-6197-2000 Hal ini dipengaruhi karena ukuran watt lampu tersebut
yang relatif kecil yaitu sebesar 2 watt saja. Hal tersebut akan mempengaruhi
intensitas cahaya yang di hasilkan. Semakin besar ukaran watt suatu lampu maka
intensitas cahaya yang di hasilkan akan semakin tinggi pula. Selain pengaruh
kecilnya ukuran watt suatu lampu yang menghasilkan intensitas cahaya yang
kecil, ini juga dipengaruhi baterai sebagai sumber energi. Pada penelitian ini
peneliti menggunakan daya baterai sebesar 7,4 volt. Dimana semakin lama baterai
digunakan maka daya yang disimpan akan semakin kecil dan habis. Untuk dapat
menggunakan lampu LED kembali maka daya baterai tersebut harus di isi kembali
sampai daya baterai penuh kembali. Berdasarkan hasil pengukuran intensitas
cahaya diatas dapat disimpulkan sebuah rancangan lampu LED menghasilkan
cahaya yang tidak mencapai standar SNI 03-6197-2000.