Abstract :
Di Indonesia, kasus kecelakaan kerja berdasarkan data PT Jaminan Sosial Tenaga
Kerja (Jamsostek) 2013 memperlihatkan bahwa sekitar 0,7 persen pekerja
Indonesia mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerugian nasional
mencapai Rp 50 triliun, sedangkan data Internasional Labour Organization (ILO)
tahun 2013, 1 pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja
dan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja. Tahun sebelumnya (2012) ILO
mencatat angka kematian dikarenakan kecelakaan kerja sebanyak 2 juta kasus
setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi sumber bahaya
sehingga dapat dikendalikan dengan menggunakan metode Hazard and
Operability Study. Hazard and Operability Study atau lebih dikenal sebagai
HazOp adalah standar teknik analisis bahaya yang digunakan dalam persiapan
penetapan keamanan dalam sistem baru atau modifikasi untuk suatu keberadaan
potensi bahaya atau masalah operabilitasnya. Risiko bahaya pada proses produksi
di departemen Assy and Test berasal dari stasiun kerja perakitan, stasiun kerja
pengetesan, stasiun kerja blasting dan stasiun kerja pengecatan antara lain iritasi
kulit akibat chemical mengenai kulit, gangguan pendengaran, terjepit, terluka,
patah tulang, cacat, kematian, dan lain ? lain. Pengendalian bahaya berdasarkan
hierarki pengendalian bahaya yang dapat dilakukan antara lain mengganti
stamping manual dengan menggunakan mesin stamping pada substitusi,
menggunakan overhead crane pada engineering control lifting plan pada
pengendalian administratif dan menggunakan impact gloves pada PPE.