Abstract :
PT Caterpillar Indonesia Batam merupakan perusahaan perseroan bergerak
dalam bidang industri, yaitu konstruksi peralatan pertambangan, dalam
membuat produknya Caterpillar memiliki 4 sub proses produksi yang harus
dilakukan yaitu fabrikasi, machining, painting dan assembly dalam penelitian
ini ditujukan untuk menganalisa permasalahan yang terjadi pada proses
kerataan material. Pada periode produksi mulai Juni 2017 sampai September
2017 terjadi variasi flatness pada struktur swing frame 6015B yang digunakan
maka dari itu penelitian ini akan membahas dan menganalisa faktor ? faktor
penyebab terjadinya variasi flatness yang digunakan dalam proses swing
frame 6015B dengan menggunakan metode Cause And Effect Analys
( fishbone Diagram ) kemudian dilanjutkan untuk mengetahui faktor dominan
dengan metode Analytical Hierarchy Process ( AHP ) dengan populasi hasil
produk swing frame 6015B dan jumlah sampel sebanyak 25 sampel
menggunakan teknik sampling non probabilistik (sampling jenuh) didapat
hasil total nilai bobot dari masing-masing faktor produksi, yaitu: manusia
(56%), metode (76%) , mesin (52%) , material (66%), lingkungan (49%),
Maka didapat faktor yang paling dominan yang meyebabkan variasi flatness
yang digunakan dalam proses pengerjaan swing frame 6015B adalah faktor
metode dengan bobot nilai tertinggi yaitu 76 %