Abstract :
Tujuan perusahaan pada umumnya adalah untuk pertumbuhan dan pengembangan
melalui realisasi laba yang optimal serta tercapainya kontinuitas usaha yang
terbatas. Penelitian ini dilakukan di CV Aroma Cake Buah Naga yang bergerak di
bidang produksi makanan ringan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat
persediaan yang paling ekonomis pada perusahaan. Untuk itu data dikumpulkan
dengan cara dokumentasi, wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis
dengan metode kuantitatif dengan analisis Economic Order Quantity (EOQ).
Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan data persediaan periode tahun
2016, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode EOQ pengelolaan
persediaan perusahaan dapat lebih efesien. Hal ini dapat dilihat apabila
menggunakan metode EOQ perusahaan hanya mengeluarkan biaya pemesanan
sebesar Rp 945.000 dalam satu periode karena hanya perlu melakukan pemesanan
bahan baku sebanyak 9 kali dalam satu periode, hal ini tentunya lebih ekonomis
jika dibandingkan dengan kebijakan perusahaan sebelumnya yang melakukan
pemesanan sebanyak 24 kali dengan biaya sebesar Rp 2.520.000 dalam satu
periode. Selanjutnya untuk kuantitas pemesanan ideal untuk bahan baku tepung
sebesar 94 bag, gula 20 bag, mentega 15 pack dan telur sebanyak 41 papan.
Untuk menghindari kekurangan bahan baku, disarankan berdasarkan perhitungan
Safety Stock, perusahaan seharusnya menyediakan persediaan pengaman untuk
bahan baku tepung sebanyak 20,5 bag, gula 3 bag, mentega 4,5 pac dan telur
sebanyak 44,5 papan. Dengan metode ini juga akan menghemat total inventory
cost yang dikeluarkan oleh perusahaan, karena perusahaan hanya mengeluarkan
biaya sebesar Rp 7.336.703 dalam satu periode, jumlah ini lebih ekonomis jika
dibandingkan dengan kebijakan perusahaan yang mengeluarkan biaya Rp
11.415.000 dalam satu periode. Maka sebaiknya perusahaan menerapkan metode
EOQ untuk pengendalian persediaan perusahaan.