Abstract :
Perkembangan ekonomi dan teknolongi mengakibatkan perusahaan untuk
semakin memperbaiki program kerjanya. Perusahaan yang dapat bertahan adalah
perusahaan yang berorientasi pada pengembangan budaya kerja unggulan yang
diterapkan pada perusahaannya. Budaya kerja yang saat ini diakui adalah budaya
kerja unggulan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke). Budaya kerja 5S ini
mudah dimengerti tetapi sangat sulit diterapkan pada perusahaan. Penerapan
prinsip kerja 5S berpengaruh terhadap efektivitas budaya kerja dan peningkatan
produktivitas pada area rework CV Mitra Jaya Abadi. Untuk mengetahui
penerapan budaya kerja 5S pada area rework, dapat diketahui dengan mengukur
tiga dimensi, yaitu otonomi, partisipasi dan tanggung jawab karyawan dengan
menggunakan analisis PEI (Perception of Empowerment Instrument). Dari hasil
perhitungan analisis PEI persentase nilai ketiga dimensi yang diukur yaitu
otonomi, partisipasi, dan tanggung jawab masih dibawah nilai standar persentase
yang ditetapkan perusahaan sebesar 80%, dengan masing-masing nilai ketiga
dimensi yaitu 56,67% , 60% dan 63,33%. Kesuksesan penerapan budaya kerja 5S
tergantung pada manusia atau karyawan itu sendiri. Kepedulian dari karyawan
terhadap pekerjaan yang dilakukan serta dukungan dari manajemen puncak pada
CV Mitra Jaya Abadi dapat membuat penerapan budaya kerja 5S ini berjalan baik.
Hasil positif dari penerapan budaya kerja 5S, antara lain : Menurunkan
pemborosan waktu (downtime), mengurangi pemborosan material, meningkatkan
kualitas produk dan produktivitas, menghindari kecelakaan kerja, meningkatkan
kerjasama diantara karyawan, lingkungan kerja yang bersih dan rapi serta
menjadikan karyawan bermental maju dan bersikap positif yang juga akan
berdampak pada peningkatan keuntungan atau profit perusahaan.