Abstract :
Kelelahan kerja merupakan masalah yang sering terjadi di area kerja, namun sering
kali permasalahan tersebut diabaikan demi kelancaran produksi perusahaan.
Kelelahan kerja yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan dampak buruk baik
fisik maupun psikis bagi tenaga kerja. Menurut beberapa peneliti, kelelahan kerja
secara nyata dapat mempengaruhi kesehatan pekerja yang mana kelelahan dapat
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kecelakaan kerja. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui kategori tingkat kelelahan kerja dan
pelemahan dominan yang dialami oleh pekerja pada area Flex Tester PT Infineon
Technologies Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
Subjective Self Rating Test yang dikeluarkan oleh Industrial Fatigue Research
Committee, yang mana dapat mengukur tingkat kelelahan kerja subjektif pada
tenaga kerja. Hasil dari penelitian ini adalah kategori tingkat kelelahan pada pekerja
area Flex Tester berada pada kategori tingkat kelelahan sedang dan pelemahan
dominan yang terjadi pada pekerja area Flex Tester adalah pelemahan kegiatan.
Hasil dari Uji Paired Sample T-test terhadap rata-rata skor kelelahan didapat nilai t
sebesar -6.306 dengan nilai sig. sebesar 0.000 (sig. < 0.05) yang berarti terdapat
perbedaan skor kelelahan secara signifikan dan kuat saat sebelum dan sesudah
bekerja