Abstract :
Dinas Sosial Kota Batam kewalahan menangani persoalan pengemis dan anak?anak jalanan dijalan-jalan Kota Batam. Meskipun telah dilakukan penjangkauan
dan dibina beberapa kali dishelter Dinas Sosial namun pengemis dan anak jalanan
tidak pernah jera. Terbukti setiap kali melakukan penjangkauan ke jalan-jalan,
meraka yang terjaring didominasi oleh orang yang sama. Untuk menjawab
persoalan tersebut Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam
melakukan pembinaan. Walaupun sudah diberi pembinaan, namun masih ada saja
anak yang berada dijalanan untuk mendapatkan uang, dengan cara mengamen,
menjual koran atau sekedar membersihkan kendaraan menggunakan kemoceng.
Fakta tersebut tentu menjadi tanda tanya kenapa anak jalanan yang sudah diberi
pelatihan masih kembali kejalanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
program pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial, bagaimana implementasi
program pembinaan serta untuk mengetahui faktor penghambat program
pembinaan anak jalanan di Kota Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer
dan sekunder. Penelitian ini dilakukan pada Dinas Sosial Kota Batam dan di
UPTD Nilam Suri. Hasil penelitian ini menunjukkan Dinas Sosial Kota Batam
memiliki program pembinaan anak jalanan yang bertujuan untuk menekan jumlah
anak jalanan, kemudian program pembinaan tersebut sudah diimplementasikan,
namun dilapangan Dinas Sosial Kota Batam di hadapkan dengan kurangnya
tenaga pelaksana yang berkompetensi dalam menjalankan program pembinaan,
kurang berpartisipasinya masyarakat dan juga keluarga dari anak jalanan.Dari
hasil penelitian tersebut peneliti mengambil kesimpulan bahwa untuk
meningkatkan program pembinaan anak jalanan Dinas Sosial Kota Batam harus
meningkatkan tenaga pelaksana program pembinaan dan lebih aktif melakukan
pendekatan kepada keluarga maupun masyarakat.