Abstract :
Dunia kerja merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia.
Dewasa ini, dunia kerja menggunakan sistem kontrak dalam proses perekrutan
karyawan. Menurut UU Ketenagakerjaan jangka waktu sistem kontrak paling
lama adalah 2 tahun dan hanya boleh diperpanjang satu kali untuk jangka waktu
paling lama 1 tahun. Ada dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi yaitu
faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Kepuasan kerja karyawan bergantung pada
terpenuhi atau tidaknya kebutuhan pegawai. Tujuan penelitian yang penulis
tuangkan adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan sistem kontrak kerja
dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Epson Batam. Populasi
penelitian ini adalah karyawan PT Epson Batam Departemen IK CISS sebanyak
800 karyawan dan sampel penelitian sebanyak 267 responden dengan
menggunakan Rumus Slovin. Metode yang digunakan adalah metode penelitian
Survei dengan desain penelitian kuantitatif. Data diperoleh dengan menggunakan
data primer (kuesioner) dan sekunder . Untuk menjawab masalah penelitian
penulis menggunakan hipotesis Asosiatif dan data diolah menggunakan aplikasi
SPSS Versi 22. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1)Sistem kontrak
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Epson Batam, hal
ini ditunjukan melalui nilai Sig 0,000 < 0,05. 2)Motivasi kerja berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Epson Batam, hal ini terlihat dari
nilai Sig 0,011 < 0,05. 3)Sistem kontrak dan motivasi secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Epson Batam, hal
ini ditunjukan dari nilai F-hitung 50,996 > F-tabel 3,029 dengan nilai
signifikansinya 0,000 < 0,05. Disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk
memperluas variabel dalam penelitian dan tidak hanya variabel dalam penelitian
ini saja melainkan juga variabel lain yang juga berpengaruh terhadap kepuasan
kerja karyawan. Dan untuk pihak perusahaan agak lebih adil dan merata dalam
menerapkan sistem kontrak kerja sesuai dengan UU Ketenagakerjaan yang
berlaku dan lebih peduli lagi terhadap kesejahteraan karyawan yang dapat
memotivasi karyawan untuk lebih meningkatkan kepuasan kerja.