Abstract :
Penelitian ini menganalisa tentang fungsi alat kohesi dan bagaimana pembicara
menggunakan alat kohesi dalam pidato Joko Widodo di peringatan Hari Kebebasan
Pers Dunia. Pidato di adakan pada tanggal 3 Maret 2017 di Jakarta Convention
Centre, Jakarta, Indonesia. Untuk mengatasi analisis, peneliti menggunakan teori
Halliday dan Hassan (1976) sebagai referensi. Penelitian ini adalah penelitian
kualitatif deskriptif. Peneliti mengumpulkan data melalui metode simak oleh
Sudaryanto (2015) dengan teknik simak bebas libat cakap dan analisa data dengan
metode padan oleh Sudaryanto (2015). Hasil data analisis menunjukkan bahwa alat
kohesi yang terdiri dari kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal
yang ditemukan oleh peneliti adalah referensi (11 data) dan konjungsi/penghubung
(8 data), dan koheksi lexical yang peneliti temukan adalah repetisi/pengulangan(10
data), antonim (2 data), sinonim (1 data), hiponim (1 data). Setiap fungsi dari alat
kohesi yaitu kohesi gramatikal dan kohesi leksikal di dalam pidato sesuai dengan
teori yang dikemukakan oleh Halliday dan Hassan (1976) dan pembicara
menggunakan alat kohesi di dalam pidatonya sesuai dengan fungsi dari alat kohesi
itu sendiri.