Abstract :
Kegagalan pra analitik laboratorium patologi klinik pada instalasi rawat
inap RS. Awal Bros Batam, kegagalan pada tahap pra analitik ini kurang
terkontrol sehingga menyebabkan hasil laboratorium tertunda. Perlu diterapkan
suatu metode untuk mengidentifikasi kegagalan dan metode Failure Mode and
Effect Analysis (FMEA) yang dianggap mampu untuk mengidentifiksi penyebab,
faktor-faktor dan dampak kegagalan pra analitIk laboratorium. Penelitian ini
menggunakan pendekatan restropektif terhadap data kegagalan pra analitik
laboratorium di instalasi rawat inap periode 2016. Jenis kejadian kegagalan pra
analitik laboratorium meliputi; ceklis formulir laboratorium kurang jelas 14
kejadian, identitas pada sampel tidak sama dengan form 10 kejadian, tidak sesuai
antara sampel dengan form yang diserahkan 8 kejadian, formulir permintaan salah
9 kejadian, sampel tidak ada label 12 kejadian, salah menempel label 12 kejadian,
salah waktu pengambilan sampel 7 kejadian, volume sampel yang tidak cukup 18
kejadian, tabung yang salah 9 kejadian, sampel cloth 24 kejadian, dan sampel
lysis 21 kejadian. Hasil penelitian dengan menggunakan FMEA untuk
mendapatkan kegagalan dengan resiko tertinggi dan diperlukan perbaikan segera
menunjukkan bahwa nilai RPN tertinggi yaitu pada kegagalan menempel label
identitas pasien pada tabung pemeriksaan ataupun formulir laboratorium dengan
nilai SEV (Severity) adalah 6, OCC (Occurance) adalah 7 , DET (Detection)
adalah 4, score RPN 168 dan kegagalan tindakan pengambilan sampel dan
spesimen lainnya dengan SEV (Severity) adalah 5, OCC (Occurance) adalah 6 ,
DET (Detection) adalah 5, score RPN 150.