Abstract :
Kota Batam merupakan kawasan perdangan bebas dan mempunyai lokasi yang
sangat strategis. Hal ini dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan kota
Batam. Penerapan kawasan perdagangan bebas dan lokasi yang strategis menjadi
daya tarik oleh perusahaan impor dan para distributor di kota Batam. Dengan
banyaknya perusahaan yang memasukan produk-produk impor, memiliki dampak
terhadap ekonomi dan isu kesehatan. Pada tahun 2018, BPOM telah
memusnahkan produk ilegal sebanyak 4,7 milyar serta telah melakukan
pengawasan pre market dan post market. Penelitian ini bertujuan Untuk
mengetahui Kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan, faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja dan upaya Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk
meningkatkan kinerja dalam mengawasi obat dan makanan impor di Kawasan
Perdagangan Bebas Kota Batam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan destriptif. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha menggambarkan
kinerja, faktor yang mempengaruhi, dan upaya peningkatan kenerja BPOM dalam
mengawasi obat dan makanan impor di kawasan perdagangan bebas kota Batam.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja BPOM sudah baik, tetapi belum
maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari indikator yang ada, yaitu produktifitas,
responsifitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Faktor internal yang
mempengaruhi kinerja BPOM yaitu sumber daya manusia sedangkan faktor
eksternal yaitu politik, ekonomi, dan sosial. Upaya peningkatan kinerja dengan
melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.