Abstract :
Pada era globalisasi saat ini, kemajuan teknologi juga mendorong perkembangan
sebuah apotek. Mengingat begitu banyaknya apotek yang beroperasi saat ini,
selain memiliki strategi yang baik, apotek juga harus mampu memilih supplier
yang tepat. Sebelum menentukan suatu keputusandalam pemilihan supplier mana
yang sebaiknya dipilih, pengambil keputusan (decision maker) perlu melakukan
analisis terlebih dahulu supplier yang seperti apa yang dibutuhkan oleh apotek.
Pemilihan supplier yang tidak tepat dapat mengganggu kegiatan operasional
apotek. Proses pemilihan supplier merupakan salah satu hal penting dalam
aktivitas pembelian karena supplier merupakan mitra bisnis yang memegang
peran penting dalam menjamin ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan apotek.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier yang tepat berdasarkan
kriteria dan sub kriteria yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode
Analytical Hierarchy Process(AHP). Adapun kriteria yang digunakan pada
penelian ini adalah kualitas, harga, pengiriman, pelayanan dan fleksibilitas.
Berdasarkan kriteria dan subkriteria dalam pemilihan supplier, supplier PPM
merupakan supplier terbaik dan optimal dengan nilai bobot 2,990, supplier PPG
merupakan prioritas kedua dengan nilai bobot 0,622, supplier KF merupakan
prioritas ketiga dengan nilai bobot 0,285, supplier SM merupakan prioritas
keempat dengan nilai bobot 0,153 dan supplier UDC merupakan prioritas kelima
dengan nilai bobot 0,130. Berdasarkan hasil dari penelitian ini supplier terbaik
yang dipilih oleh pihak apotek sebagai mitra jangka panjang adalah supplier PPM
karena secara keseluruhan memiliki bobot tertinggi dibandingkan dengan keempat
supplier lainnya.