Institusion
Universitas Putera Batam
Author
Rosidi, Mokhamat Imron
Subject
004.028 Teknik, Prosedur, Alat-alat, Perlengkapan, Bahan-bahan dalam Ilmu Komputer
Datestamp
2023-10-14 06:40:07
Abstract :
Industri kemaritiman di indonesia memproduksi banyak jenis-jenis kapal yang di
buat untuk memenuhi kebutuhan operasi. Salah satunya yaitu kapal tongkang,
yang berfungsi sebagai alat angkut apung. Kebutuhan kapal tongkang untuk
angkutan curah domestik saat ini cukup tinggi karena dampak dari gencarnya
pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Pada PT. Patria Maritim
Perkasa pembuatan kapal tongkang didominasi dengan konstruksi badan kapal,
dan struktur komponen penyusun lainya, diantaranya terdapat komponen
penyusun yang tergolong pada outfitting yaitu salah satunya adalah vertical
ladder. Namun dengan proses fit-up fabrikasi vertical ladder yang masih
menggunakan metode konvensional tentu memakan waktu yang lama, mengingat
jadwal proyek outfitting hanya diberikan waktu 14 hari pengerjaan. Dengan
menerapkan Jig atau alat bantu fit-up fabrikasi diharapkan mampu meningkatkan
produktivitas fabrikasi vertical ladder untuk mendukung realisasi jadwal produksi
yang dijadwalkan. Pendekatan dengan metode Design for Manufacturing and
Assembly (DFMA) yaitu sebagai metode dengan merancang dan menganalisa
desain produk yang bertujuan untuk mencari desain yang paling optimum dari
segi proses manufaktur dan proses perakitan. Dari penerapan metode DFMA
didapatkan desain optimum dengan total biaya sebesar Rp. 4.080.667,-. Penerapan
alat bantu pada proses fit-up fabrikasi mengahasilkan data pembanding sebelum
dan sesudah sehingga didapatkan peningkatan produktivitas utuk proses fit-up
sebesar 230%. Sehingga didapatkan lama pengerjaan vertical ladder per satu unit
proyek kapal tongkang sebelumnya adalah 111,1 jam atau setara 16 hari kerja
dibandingan dengan kondisi sesudahnya yaitu 83,5 jam atau setara 12 hari kerja.
Terlihat percepatan produksi sebanyak 4 hari kerja. Atau penurunan jam kerja
sebesar 27,6 jam. Jika dikonversikan kedalam biaya pekerja, dengan biaya upah
pekerja sebesar Rp. 29.000,-/ jam, maka didapatkan keuntungan sebesar Rp.
800.400,-/ proyek. Jika dikalikan 6 unit kapal maka didapatkan keuntungan
sebesar Rp. 4.802.400,-.