Abstract :
Munculnya suatu penyakit telah menjadi momok yang menakutkan
yang selalu menghantui manusia. Karena sampai saat ini resiko adanya suatu
penyakit masih menjadi penyebab utama kematian seseorang. Meningkatnya
perkembangan teknologi di berbagai bidang telah mendorong ditemukannya
berbagai hal baru di bidang kedokteran, misalnya penyakit infeksi,
hematologi, ginjal, dan sebagainya. Untuk dapat mengetahui seseorang dalam
keadaan sehat atau sakit, banyak hal yang dapat dilakukan, salah satunya
adalah dengan memeriksakan diri secara berkala dan berkonsultasi ke dokter.
Hal ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, dikarenakan bila terdapat kelainan
atau penyakit yang berbahaya dapat segera melakukan tindakan pencegahan
dengan cepat dan terapi lebih dini. Salah satu penyakit dalam yang bias dideteksi
melalui hasil tes darah adalah penyakit Diabetes Melitus. Diabetes digolongkan
menjadi 2 kategori yaitu Diabetes tipe 1 dan tipe 2, Diabetes tipe 1 disebut dengan
insuin dependant yang di tandai dengan kurangnya produksi insuin oleh prankeas.
Diabetes tipe 2 disebut dengan non insulin dependant yang ditandai dengan
produksi insuian yang sudah cukup namun tidak digunakan secara efektif oleh
tubuh. Konsultasi terhadap seseorang memiliki expertise dibidang tertentu dalam
menyelesaikan suatu permasalahan merupakan pilihan tepat guna untuk
mendapatkan jawaban, saran, solusi, keputusan atau kesimpullan terbaik. Metode
penelusuran yang digunakan dalam sistem pakar pada penelitian ini adalah
forward chaining. Metode forward chaining bertujuan untuk menelusuri gejala
yang ditampilkan dalam bentuk pertanyan-pertanyaan agar dapat mendiagnosis
penyakit Diabetes Melitus.