Abstract :
Dalam sebuah perusahaan terutama perusahaan manufaktur yang merupakan
perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan bahan baku menjadi barang jadi
diperlukan pengungkapan yang transparan dalam penyajian laporan keuangan.
Dalam laporan keuangan informasi yang relevan untuk memprediksi performa
perusahaan dimasa yang akan datang harus mengungkapkan salah satunya
managemen resiko. Managemen resiko sendiri mengandung pengertian cara
managemen dalam meminimalisir resiko yang nantinya akan dihadapi oleh
perusahaan oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur
kepemilikan publik, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan
managemen resiko pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2013-2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan purposive sampling dalam melakukan pemilihan sampel. Metode
analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan alat bantu
aplikasi SPSS 21. Hasil penelitian uji t menunjukkan bahwa struktur kepemilikan
publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan managemen
resiko, semakin tinggi struktur kepemilikan Publik maka semakin tinggi pula
pengungkapan managemen resiko yang disajikan. sedangkan profitabilitas dan
ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap
pengungkapan managemen resiko. Dari hasil uji F menunjukkan bahwa struktur
kepemilikan publik, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara simultan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan managemen resiko,
koefisien determinasi atau R square diperoleh nilai 0,175 yang artinya struktur
kepemilikan publik, profitabilitas, dan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh
terhadap pengungkapan managemen resiko sebesar 17,5% sedangkan sisanya
82,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian. Hasil
penelitian diharapkan dapat berguna untuk Perusahaan sebagai bahan evaluasi
untuk dijadikan referensi agar dapat menjaga kualitas dalam pengungkapan
managemen resiko