Abstract :
Kecurangan akuntansi sering terjadi pada perusahaan, yaitu seperti penyalahgunaan
aset, manipulasi laporan keuangan, korupsi dan lain-lain. Kecurangan akuntansi
bisa terjadi karena lemahnya sistem pengendalian internal yang diterapkan dalam
suatu perusahaan. Serta rendahnya moralitas yang dapat memicu perilaku tidak etis
seseorang, sehingga memungkinkan peluang terjadinya kecenderungan kecurangan
akuntansi. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pengendalian intern, moralitas individu dan perilaku tidak etis terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi pada perusahaan kontraktor dan supplier di
kota Batam. Metode yang digunakan dalam pengumpulan sampel adalah purposive
sampling. Teknik pengumpulan data dengan membagikan kuesioner. Subjek yang
dituju dalam penelitian ini yaitu admin akunting dan kepala akunting. Berdasarkan
data dari UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan diperoleh populasi perusahaan
kontraktor dan supplier di kota Batam berjumlah 65 perusahaan. Sampel peneliti
berdasarkan perhitungan rumus slovin diperoleh sebanyak 160 responden. Hasil
penelitian menunjukkan variabel pengendalian internal (X1) berpengaruh negatif
dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, t hitung (-3,653) > t
tabel (1,97529) dan variabel moralitas individu (X2) berpengaruh negatif terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi dengan nilai t hitung (-2,353) > t tabel
(1,97529). Variabel perilaku tidak etis berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi dengan nilai t hitung (3,587) > t tabel
(1,97529). Serta, pengaruh simultan dengan nilai f hitung (43,877) > f tabel (2,66).