Abstract :
Perekonomian dunia yang lemah saat ini mempengaruhi bank dalam menjalankan
kegiatan usahanya berupa penyaluran kredit kepada debitur. Hal ini menjadi
masalah bagi bank karena dengan lemahnya ekonomi dunia, harga bahan yang
digunakan pada beberapa perusahaan di Indonesia mengalami kenaikan sehingga
laba perusahaan menurun. Dengan turunnya laba perusahaan, kemungkinan
perusahaan tidak membayar dengan tepat waktu semakin besar. Jika hal ini terjadi,
maka tingkat kredit bermasalah pada bank akan naik dan modal pada bank menurun
karena uang yang dipinjamkan kepada debitur tidak kembali tepat waktu sehingga
dapat mengurangi tingkat kinerja keuangan pada bank-bank di Indonesia. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diberikan capital adequacy ratio
dan non performing loan terhadap Kinerja keuangan perbankan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 43 perusahaan
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan terdapat 20 perusahaan yang
memenuhi kriteria pemilihan sampel. Data keuangan dalam penelitian ini di peroleh
melalui IDX perwakilan Batam. Hasil penelitian uji F menunjukkan terdapat
pengaruh signifikan yang berarti capital adequacy ratio dan non performing loan
secara bersama-sama memberi pengaruh yang signifikan terhadap Return On Assets
sehingga model regresi yang terdapat dalam penelitian ini layak untuk diteliti.
Secara parsial melalui uji t diperoleh hasil yaitu variabel capital adequacy ratio
tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return on assets, sedangkan Non
Performing Loan Berpengaruh signifikan terhadap return on assets.