Abstract :
Perkembangan kipas angin semakin bervariasi baik dari ukuran penempatan serta
fungsi. Kipas angin dibedakan atas kipas angin tradisional dan kipas angin listrik.
kecepatan gerak kipas angin dapat dikontrol. Perputaran kipas angin dibagi dua
yaitu angin mengalir searah dengan poros dan angin mengalir secara paraler
dengan poros kipas. Dalam hal ini manusia juga harus bisa menjaga jarak saat
menggunakan kipas angin agar terhindar dari masuk angin, dan terhindar dari
setrum.untuk memberi keamanan dan kenyamanan dalam penggunaan kipas
angin, maka penulis merancang perancangan kipas angin otomatis menggunakan
sensor suhu berbasis arduino. Perancangan kipas menggunakan sensor yang terdiri
dari beberapa komponen seperti Arduino uno, sensor Flame, Ds18b20, MQ2, dan
Buzzer. Pemanfaatan Mikrokontroller seperti sensor Flame, Ds18b20, MQ2, dan
Buzzer digunakan sebagai pusat kendali yang akan menyalurkan perintah ke relay,
perintah yang diterima berasal dari suhu yang terdeteksi langsung oleh sensor
pada kipas angin. kipas angin otomatis bisa digunakan dengan jarak yang cukup
jauh tergantung pada suhu udara pada ruangan. Dan ketika udara suhu pada
ruangan tercampur karbon monoksida secara langsung buzzer akan berbunyi yang
menandakan terdapat kebakaran atau kebocoran gas pada ruangan. Pada relay
lampu indikator akan menyala untuk menandakan bahwa relay telah berhasil
menerima perintah dari sensor dan semua rangkaian aktif. Sesuai dengan aturan
dan perintah yang telah di program pada arduino. Dalam perancangan kipas angin
otomatis ini juga menggunakan LCD dimana fungsinya untuk menampilkan
keterangan dari apa yang telah terdeteksi oleh komponen sensor yang sudah
disetting pada kipas. Kipas otomatis dapat digunakan pada ruangan terbuka
bahkan pada ruangan tertutup, dimana kipas otomatis ini setelah di uji coba
berjalan sesuai dengan alur yang telah dirancang sebelumnya sehingga bisa
dikatakan 99% (Sembilan puluh sembilan Persen) Berhasil.