Abstract :
Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja
yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Kelelahan
kerja menyebabkan dapat berkurangnya kemampuan fisik dan mental sebagai akibat
dari penggunaan berlebihan pada fisik, mental atau emosional yang juga dapat
mengurangi hampir seluruh kemampuan fisik termasuk kekuatan, kecepatan reaksi,
koordinasi dan pengambilan keputusan atau keseimbangan. Kelelahan pada pekerja
dapat mengakibatkan menurunnya kesiagaan dan perhatian, penurunan dan hambatan
persepsi serta waktu reaksi pada saat mengemudi. Selain itu pekerja akan mengantuk
dan kemungkinan akan kehilangan kewaspadaan. Dalam penelitian ini mengambil 16
pekerja departemen produksi sebagai sampel penelitian. Sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data keluhan subjektif kelelahan dengan
kuesioner menggunakan 30 item gejala kelelahan umum diadopsi dari IFRC
(International Fatigue Research Committee of Japanese Association of Industrial
Health), serta wawancara kepada pekerja departemen produksi untuk mengetahui usia,
masa kerja, stats gizi dan shift kerja pekerja. Sedangkan untuk kondisi lingkungan
seperti suhu dan kebisingan diukur secara langsung dengan menggunakan alat ukur.
Analisis data menggunakan uji hubungan adalah uji chi square dan korelasi person.
Dari uji chi square didapatkan untuk usia dengan nilai p-value adalah 0.652 (? > 0.05),
masa kerja dengan nilai p-value adalah 0.152 (? < 0.05), suhu lingkungan dengan nilai
p-value adalah 0.044 (? < 0.05) dan shift kerja dengan nilai p-value adalah 0.044 (? <
0.05). Sedangkan hasil uji korelasi person didapat bahwa status gizi (IMT) dengan nilai
p-value adalah 0.397 (? > 0.05) dan untuk tingkat kebisingan dengan nilai p-value
adalah 0.047 (? < 0.05). Sehingga dari uji hubungan yang dilakukan didapat suhu,
kebisingan dan shift kerja terdapat hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja.
Sedangkan usia, status gizi (IMT) dan masa kerja tidak ada hubungan yang signifikan
dengan kelelahan kerja pekerja di department produksi pada PT Samator Gas Industri
Batam.